Tindakan Tidak Patut Tim DotA 2 Indonesia di Kualifikasi Shanghai Major
Setelah suksesnya Frankfurt Major yang meramaikan Fall Compendium 2015, kini turnamen besar Dota 2 kembali hadir melalui Shanghai Major 2016 yang diselenggarakan di Shanghai, China.
Kualifikasi turnamen tersebut telah dimulai pada musim dingin kali ini dan menjadi kesempatan besar bagi tim-tim baru untuk menunjukkan kemampuan mereka di kancah internasional. Tidak hanya tim besar, beberapa tim yang belum populer juga diberikan kesempatan untuk ikut bertanding.
Tentu saja hal ini menjadi peluang emas bagi para pemain Dota 2 Indonesia yang ingin mengharumkan nama Indonesia di dunia esports.
Kabarnya terdapat beberapa tim asal Indonesia yang ikut berlaga di kualifikasi Shanghai Major. Pada awalnya banyak penggemar Dota 2 Indonesia cukup antusias mengikuti pertandingan demi pertandingan yang dimainkan oleh tim-tim tersebut.
Namun sayangnya, antusiasme tersebut berubah menjadi kekecewaan setelah muncul kabar mengenai dugaan tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh tim asal Indonesia, yaitu Rise.cat, saat bertanding melawan tim asal India, Elunes.
Kronologi Insiden Rise.cat vs Elunes
Pada awal pertandingan, permainan berjalan normal seperti biasa. Kedua tim bermain cukup seimbang dengan skor sementara sekitar 10 - 10.
Namun di pertengahan pertandingan, beberapa pemain dari tim Elunes mengalami disconnect. Dalam pertandingan kompetitif Dota 2, kondisi seperti ini biasanya membuat pertandingan di-pause sementara sampai seluruh pemain kembali masuk ke dalam game.
Pada awalnya pertandingan memang sempat di-pause. Akan tetapi, beberapa saat kemudian tim Rise.cat melakukan unpause secara sepihak dan langsung menyerang base lawan ketika sebagian pemain Elunes masih belum reconnect.
Akibatnya, tower dan barrack milik Elunes berhasil dihancurkan tanpa perlawanan berarti. Meski ada satu pemain Elunes yang berhasil masuk kembali ke permainan, tentu saja sangat sulit baginya untuk mempertahankan base seorang diri.
Pada akhirnya Rise.cat memenangkan pertandingan tersebut. Namun insiden ini langsung menuai protes dari pemain Elunes maupun para penonton yang menyaksikan pertandingan.
Keputusan Panitia Turnamen
Setelah menerima laporan dan meninjau bukti yang ada, pihak penyelenggara memutuskan untuk membatalkan kemenangan Rise.cat karena dianggap melakukan tindakan yang tidak sportif.
Meski demikian, tim Rise.cat masih diberikan kesempatan untuk bermain di babak kualifikasi berikutnya setelah pihak penyelenggara memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat di komunitas Dota 2 internasional dan cukup memalukan bagi nama Indonesia di dunia esports.
Pelajaran Dari Insiden Ini
Dari kejadian ini kita bisa belajar bahwa kemampuan bermain saja tidak cukup dalam dunia kompetitif. Sikap sportif, fair play, dan attitude terhadap lawan juga sangat penting.
Sehebat apa pun kemampuan seseorang dalam bermain game, jika tidak dibarengi dengan sikap yang baik, maka reputasinya akan tetap dipandang buruk oleh komunitas.
Semoga ke depannya pemain esports Indonesia bisa lebih dikenal karena prestasi dan sportivitasnya, bukan karena kontroversi.

